Sabtu, Maret 28, 2020

Begini Cara Membersihkan Telinga dengan Aman

Ilustrasi - Membersihkan telinga (foto: net)
Purwakarta.in | Telinga merupakan salah satu bagian tubuh yang memerlukan perawatan khusus dan rutin. Salah satunya ialah membersihkan kotoran di telinga.

Kotoran atau serumen yang dihasilkan oleh kelenjar dalam saluran telinga umumnya dapat keluar dengan sendirinya. Proses ini bisa terjadi karena adanya gerakan sensorik yang dilakukan tulang daerah telinga seperti gerakan mengunyah dan menelan.

Akan tetapi, untuk jenis kotoran yang sudah membandel atau membeku, perlu proses pengeluaran yang harus dilakukan secara manual.


Namun, yang perlu diperhatikan, membersihkan telinga dari kotoran harus dilakukan dengan aman agar tidak menimbulkan gangguan lain. Kesalahan dalam membersihkan telinga bisa menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan telinga.

Penggunaan cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga tidak disarankan karena membawa risiko cedera pada telinga. Alat ini dinyatakan sebagai pemicu ribuan anak di AS dilarikan ke rumah sakit setiap tahunnya menurut studi yang dipublikasikan The Journal of Pediatrics pada Mei 2017.

Bagaimana cotton bud memicu cedera pada telinga? Di dalam telinga manusia, terdapat kelenjar penghasil zat seperti lilin yang dikenal dengan nama serumen atau kotoran telinga. Warnanya mulai dari kuning hingga ada juga yang kecokelatan.

Kotoran telinga ini kadang mengganggu sehingga mendorong orang untuk mengeluarkannya atau membersihkannya. Namun, saat kita membersihkan telinga dengan cotton bud, ada kemungkinan kotoran itu akan terdorong ke gendang telinga.

Kotoran itu dapat menekan kulit gendang telinga yang berakibat gendang telinga tidak dapat bergerak dengan baik. Hal itu akan menyebabkan gangguan pada pendengaran, pusing, dering atau gejala cedera telinga lainnya.

Menurut Audiologi Australia, penggunaan cotton bud tidak hanya bisa mendorong kotoran telinga ke arah gendang. Alat ini juga dapat menyebabkan kerusakan serius dan bersifat permanen pada pendengaran.

Dikutip dari laman Healthline, terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan kotoran telinga dengan aman. Berikut ini sejumlah cara tersebut.

1. Menggunakan Kain Lembab

Kain lembab dapat dipakai sebagai alat pendorong kotoran agar keluar ke saluran telinga bagian luar. Caranya ialah dengan metode penyekaan bagian luar telinga. Agar lebih maksimal, gunakan handuk basah yang hangat saat proses penyekaan.

2. Memakai Obat Tetes Telinga

Obat tetes telinga juga dapat digunakan untuk membersihkan kotoran telinga. Saat ini, obat tetes yang bisa melembutkan kotoran di telinga saat ini sudah mudah ditemukan di banyak apotek.

Obat tetes telinga yang digunakan untuk mengeluarkan kotoran biasanya mengandung beberapa zat pencair lilin telinga seperti minyak mineral, Gliserin, peroksida, hidrogen peroksida, dan saline.

Pastikan obat tetes yang akan dipakai untuk membersihkan kotoran di telinga mengandung salah satu bahan tersebut. Penggunaan obat ini dilakukan dengan cara memasukkan beberapa tetes cairan ke telinga sesuai dengan dosis yang ditentukan.

Setelah menunggu beberapa saat, tiriskan atau bilas telinga Anda. Selalu ikuti instruksi pada panduan yang terdapat dalam kemasan obat supaya terhindar dari hal buruk.

3. Menggunakan Syringe

Anda juga dapat mengairi telinga menggunakan syringe. Alat ini berbentuk seperti suntik, namun tidak menggunakan jarum melainkan corong air.

Dengan alat ini, air panas dapat dialirkan masuk ke dalam telinga untuk melunakkan kotoran. Cara ini lebih efektif jika didahului penggunaan cairan pelunak kotoran telinga.

4. Memakai Ear Irrigation Kit

Membersihkan kotoran di telinga juga dapat dilakukan dengan menggunakan ear irrigation kit. Alat ini bekerja dengan memasukkan air ke dalam telinga untuk menarik kotoran. Cairan ini juga dapat berupa campuran air dan cairan saline (air garam).

Alat ear irrigation kit saat ini mudah ditemukan di banyak toko online. Penggunaannya lebih efektif apabila didahului dengan memasukkan obat tetes telinga. Cara ini bisa dilakukan sendiri, dan lebih baik lagi memakai bantuan dokter spesialis THT.

Dalam praktiknya, cara ini dilakukan dengan menyemprotkan air panas atau cairan saline ke dalam telinga, memakai syringe. Sebaiknya tidak memakai air yang terlalu panas.

Kemudian, biarkan air berada di telinga selama 15-20 menit dalam kondisi kepala miring ke salah satu sisi. Setelah itu, pasang irrigation kit ke telinga.

Namun, penggunaan ear irrigation kit tidak direkomendasikan bagi orang yang memiliki diabetes, lubang atau luka di gendang telinga, eksim di dekat telinga dan pelemahan daya imun tubuh. Jika merasakan sakit di telinga usai memakai ear irrigation kit, sebaiknya datangi dokter spesialis THT.

avatar
Redaksi Purwakarta.in Online
Welcome to Purwakarta.in
Chat ke Redaksi