Rabu, Maret 11, 2020

Pemkab Purwakarta Tekankan Pengelolaan Sampah adalah Tanggung Jawab Bersama

Cikolotok Purwakarta
Purwakarta.in | Pemkab Purwakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyamakan persepsi dan menguatkan komitmen dalam hal menjaga lingkungan, terutama dari ancaman sampah.

Pernyataan ini disampaikan melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkuhan Hidup Kabupaten Purwakarta Acep Yulimulya.

Ia mengatakan bahwa pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh elemen dan stakeholder, tanpa terkecuali.

Melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Purwakarta bahwa masalah sampah tak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Inilah yang sedang digaungkan Pemkab Purwakarta untuk masyarakat mandiri membuang sampah, tanpa harus menunggu kedatangan armada pengangkut sampah.

Sejauh ini, kesadaran budaya bersih dan nyaman di masyarakat cenderung menurun. Bahkan, kepekaan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan masih sangat kurang.

Salah satu contohnya dapat terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat atau waktu yang tidak tepat.

"Sampai saat ini, kami sering melihat tumpukan sampah di gang-gang yang ada di pinggir jalan. Padahal mobil pengangkut sampah sudah beroperasi untuk mengangkut sampah ini dari jam 5 sampai jam 7 pagi," katanya.

Menurutnya, kini masyarakat dapat membiasakan diri membuang sampah sebelum armada pengangkut beroperasi.

Ini dapat menghindarkan pemandangan sampah yang berserakan di sisi jalan hingga tidak akan terlihat. Ini pun dapat menjadi aksi masyarakat umum untuk menyelamatkan lingkungan.

"Menyelamatkan lingkungan, harus menjadi bagian dari komitmen bersama,” ujar Acep.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah mengintensifkan sosialisasi supaya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah bisa tergugah.

"Imbauan kami, kalau mau buang sampah jangan lewat waktu operasional armada sampah. Karena, dipastikan tidak terangkut untuk dibuang ke TPS," jelas dia.

Lebih lanjut, Acep menjelaskan dengan merujuk pada aturan bahwa sebelum jam 7 itu jalur-jalur yang ada sudah bersih dari tumpukan sampah. Namun pada kenyataannya, masih ada yang membuang sampah lebih dari jam tersebut.

Meskipun begitu, sebenarnya pembiasaan ini bukan hanya berbicara soal estetika, tetapi lebih ke kenyamanan. Ini juga untuk meminimalisasi timbulnya masalah lain dari sampah, seperti masalah kesehatan.

"Kenyamanan, kebersihan dan keindahan lingkungan harus dibuat oleh kita sendiri. ‎Kalau lingkungannya bersih, dipastikan akan jauh dari sumber penyakit. Dengan begitu, dia berharap, masyarakat bisa lebih peka lagi. Jangan sampai, membiarkan lingkungannya terlihat kotor‎," ujarnya mengakhiri.

avatar
Redaksi Purwakarta.in Online
Welcome to Purwakarta.in
Chat ke Redaksi